Halaman

Sabtu, 21 September 2013

Masa Lalu



 Saat mengendarai motor, dulu waktu masih awal awalnya, aku sering fokus pada spion,.. aku selalu mengamati spion, takut kalau kalau ada mobil di belakang, entah itu truk atau bus antar kota, takut ketabrak lah tepatnya,.. hingga kadang aku tak fokus pada jalan yang didepan, dan lalu “glek”, ada lobang yang tak bisa kuhindari,..
Seperti itu hidup ku,.. kadang aku terlalu fokus pada masa lalu, semua kesalahan ku, kekhilafan ku dan semua tingkah laku yang memalukan hingga aku kadang teelupa aku sudah punya anak dan suami yang pasti harus ku urus,..
Foto0224.jpgSuami. Dulu waktu masih tengil tengilnya, aku punya beberapa temen deket. Cowok tentunya. Ada yang cemburu, ada yang galak, ada yang pelit, ada yang arogan dan macam macam teman saat itu,.. aku selalu meminta dalam tiap doa, aku pengen cowok yang ga harus telfon (biar irit pulsa), yang ga harus tiap saat ngecek aku dimana (kayak tahanan rasanya), yang ga harus pergi jalan,.. untuk diketahui, aku tak pernah suka pergi, anak rumahan, karena menurutku kalau pergi cuma ngabisin duit, jajan,belum macetnya, panasnya, waktu yang terbuang dijalan,.. ah, semua itu bikin malas, mending belajar komputer atau baca buku dirumah. Aku kutu buku, kadang kalau gajian aku beli buku, atau kalau ngantar anak bos ke gramedia aku suka berani malu minta 1, dipotong gaji juga boleh, tapi bos tak pernah memotong gajiku, bliau ternyata suka punya karyawan kutu buku,.. ah, aku merasa Alloh Maha Adil,..
Kembali fokus ke kriteria calon suami. Aku suka cowok biasa aja,ga neko neko, TANGGUNG JAWAB itu pasti karena itu syarat mutlak dari orang tua. Mereka bilang, kalau pria tanggung jawab, walaupun orang tua mu sudah tak ada, mereka insyaalloh akan tetap bertanggung jawab. Sekian waktu berlalu, dan aku bertemu dengan Reki Andriawan. Dia temen kenal dulu waktu SMA. Pas ketemu sih biasa aja. Tak terfikir akan jadi suami. Jarang telefon, sms apa lagi, hingga suatu waktu dia bilang mau menikahiku,.. Ciaaaaaa, rasanya biasa aja, aku fikir dia becanda karena orang nya lucu, suka guyon,  aku Cuma jawab langsung aja ke ortu deh, kalau serius, eh malah beneran dia pulang kampung dan melamarku, aku tetap dijakarta waktu itu. Ya sudahlah, aku resmi lah “jadian”. Tak ada yang berubah diantara kita. Aku ya tetap aku yang ga suka dolan, yang ga suka telefon, dia kebetulan juga begitu. Ketemu pun kalau dia lewat kerjaan ku dan mampir. Sampai tiba saat nya kami menikah, dan kini kami dikaruniai 1 anak. Thanks God,..
Udah ah,.. biar selalu membara aja perasaan ini, aku menuliskannya di blog. Ga niat pengen di komentarin, dibaca orang lain juga malu,.. heheheee..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar